Belajar Mikrotik: Routing Filter OSPF

Belajar Mikrotik: Routing Filter OSPF

Routing Filter OSPF


Hampir sama dengan Firewall Filter, Routing juga bisa menginplementasikan filtering terhadap informasi routing yang di distribusikan di setiap protocolnya. Jika pada firewall filter kita mengenal 3 chain, yaitu forward, input, output. Maka pada OSPF Routing filter terdapat chain default yaitu: "OSPF-IN" dan "OSPF-OUT". 
  • Chain OSPF-IN digunakan untuk melakukan filtering terhadap informasi routing yang akan masuk.
  • Chain OSPF-OUT digunakan untuk melakukan filtering terhadap informasi routing yang keluar. 
Jadi, Routing Filter OSPF digunakan untuk memfilter routing table supaya hanya rute-rute tertentu saja yang ditampilkan pada routing table, tidak semua.
Tentunya jika terdapat matcher (chain), maka pada Routing Filter juga terdapat Action. Action yang bisa kita pilih pada routing filter sebagai berikut:  
  • Accept - Menerima prefix routing
  •  Discard - Tidak memasukkan prefix routing ke proses pengolahan routing di FIB
  • Jump - Melemparkan prefix routing ke chain filter routing yang lain.
  • Log - Memasukkan informasi routing ke pesan Log System.
  • Passthrough - Meneruskan informasi routing untuk di periksa di rule dibawahnya dalam chain yang sama.
  • Reject - Jika digunakan di Incoming Filter, prefix yang masuk akan di simpan di memory tetapi tidak akan diaktif jika Outgoing Filter, prefix tidak akan di proses sama sekali.
  • Return - Mengembalikan prefix routing yang sebelumnya sudah terkena filter jump. 

Contoh Konfigurasi (OSPF-in Filter) 

Sebagai contoh implementasi, kami akan mencoba bagaimana informasi rute network PPTP dari R3, supaya tidak ter-advertise  di R2, dan berikut topologi yang kami gunakan: 
 
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa setiap perangkat client sudah bisa saling komunikasi, sudah bisa saling ping dengan perangkat yang memiliki segmen ip yang berbeda. Kita bisa konfigurasi secara static, namun sesuai dengan topik pembahasan kali ini yaitu mengenai "Routing Filter OSPF" maka kita terapkan routing dynamic OSPF pada jaringan tersebut. Untuk Konfigurasi OSPF dapat Anda lihat pada artikel kami yang berjudul: Konfigurasi Dasar OSPF (http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=154).
Jika konfigurasi OSPF sudah berhasil maka pada tabel Routing akan muncul Rule Routing secara dinamis dengan flag "DAo" yang memiliki arti Dynamic Active OSPF. Dan berikut tabel Routing yang didapat dari ke tiga Router diatas (sebelum terdapat routing filter): 
 
Jika sudah muncul flag "DAo" pada tabel routing maka langkah selanjutnya adalah redistribute informasi routing yang berasal dari luar (PPTP Network) pada Router 3. Pembahasan redistribute informasi routing sudah pernah kami bahas, dan dapat Anda temui pada artikel kami yang berjudul OSPF External Route Redistribute (http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=321). 
Konfigurasi redistribute Routing pada Router 3 dapat dapat Anda temui dengan cara Routing>>OSPF>>instances. Kemudian klik 2x, dan kita konfigurasi "redistribute Connected Routes - as type2". 
  
Terdapat 2 opsi, kita bisa memilih Redistribute "as type1" atau Redistribute "as type2". Perbedaan mengenai Redistribute "as type1" dan Redistribute "as type2" dapat Anda lihat pada artikel kami diatas. 
Kemudian kita lakukan pengechekan terhadap routing tabel pada setiap Router. Kita pastikan bahwa informasi routing yang berasal dari luar (PPTP Network) sudah terdistribusi ke setiap Router. 
 
Langkah selanjutnya kita akan melakukan Filtering Routing OSPF pada R2 dikarenakan pada R2 tidak membutuhkan informasi Routing yang berasal dari luar (PPTP Network). Maka kita bisa masuk ke menu Routing>>Filters 

Kemudian kita tambahkan rule baru dengan menekan tombol (+), pada parameter chain kita isikan "ospf-in" dikarenakan kita tidak membutuhkan informasi routing yang bersasal dari luar (PPTP Network). Pada parameter prefix diisikan "172.16.1.0/24" dan pada parameter prefix length diisikan "24-32". Dimana IP tersebut digunakan untuk PPTP Network. Seperti firewall filter, ketika sudah ditentukan matcher-nya maka kemudian kita tentukan action nya. Untuk Actionnya kita pilih "discard".

 
 
Jadi berdasarkan konfigurasi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Router2 tidak bisa komunikasi dengan external route (PPTP network). Sedangkan, Router selain Router2 tetap bisa komunikasi dengan PPTP Network walaupun berada di belakang Router2, yaitu Router1. Maka berikut Routing Table yang didapat dari ketiga router diatas. 
   


Belajar Mikrotik: Kode Produk Mikrotik

Belajar Mikrotik: Kode Produk Mikrotik

Kode Produk Mikrotik


Teman-teman pastinya bingung ketika ingin membeli perangkat Mikrotik namun tidak paham mengenai detail kode produk pada perangkat Mikrotik. Coba bayangkan perangkat mikrotik dengan kode produk RB921UAGS-5SHPacT-NM memiliki arti apa? Kode Produk pada Mikrotik memiliki arti yang berbeda-beda. Nah Kode produk pada perangkat Mikrotik ini sangat penting karena secara tidak langsung kita bisa mengetahui spesifikasi dari perangkat tersebut. 
Produk Name yang akan kita bahas ini terbagi menjadi 3 jenis, yaitu: Routerboard, Cloud Core Router (CCR), dan Cloud Router Switch (CRS).
Yang pertama kita bahas mengenai detail Kode Produk pada Routerboard Series.
1.    Routerboard Series 
Format penulisan kode produk Mikrotik sebagai berikut: 
<board name> <board features>-<built-in wireless > <wireless card features>-<conector type>-<enclosure type> 

Board Name:
A.    Saat ini terdapat 3 tipe untuk penamaan board 
1.  3-symbol name 
⦁    Digit Pertama menunjukkan series router (bisa berupa Angka atau huruf) 
⦁    Digit Kedua menunjukkan jumlah interface (bisa berupa ethernet, sfp, sfp+) 
⦁    Digit ketiga menunjukkan jumlah interface wireless
2. Word 
⦁    Nama yang digunakan saat ini, sebagai contoh: Omnitik, Groove, SXT, SEXTANT, METAL, LHG, DynaDish, cAP, wAP, LDF, DISC, mANTBox, QRT, DynaDish, cAP, hAP, hEX
3. Exceptional Naming 
⦁    Router yang memiliki interface lebih dari 9 ethernet. sebagai contoh: RB1100, RB1200, RB2011, RB3011 dll

Board Features:
⦁    U - USB 
⦁    P - Mendukung POE Out di beberapa interface misalnya ether2,3,4,5 dll. 
⦁    i - Hanya mendukung satu port POE Out. 
⦁    A - Memory yang lebih besar atau memiliki License level yang tinggi. 
⦁    H - CPU yang lebih besar kapasitasnya. 
⦁    G - Gigabit 
⦁    L - light edition 
⦁    S - SFP port 
⦁    e - Ekstensi Interface PCIe card 
⦁    x<N> - dimana N adalah jumlah core CPU ( x2, x16, x36 etc) 
⦁    R - MiniPCI or MINIPCIe slot 

Built In Wireless Jika perangkat memiliki wireless bawaan, maka penulisan format nya sebagai berikut: 
 <band><power_per_chain><protocol><number_of_chains>

1.    Band 
⦁    5 - 5Ghz 
⦁    2 - 2.4Ghz 
⦁    52 - dual band 5Ghz and 2.4Ghz 
2.    power per chain 
⦁    (Kosong) - "Normal" - (<23dBm) 
⦁    H - "High" - (23-24dBm) 
⦁    HP - "High Power" - (25-26dBm) 
⦁    SHP - "Super High Power" - (27+dBm) 
3.    Protocol 
⦁    (Kosong) - Hanya untuk perangkat yang mendukung 802.11a/b/g 
⦁    n - Hanya untuk perangkat yang mendukung 802.11n 
⦁    ac - Hanya untuk perangkat yang mendukung 802.11ac 
4.    number_of_chains 
⦁    (Kosong) - single chain 
⦁    D - dual chain 
⦁    T - triple chain 
5.    connector type 
⦁    (Kosong) - Hanya satu konektor untuk tiap model 
⦁    MMCX - Konektor jenis MMCX 
⦁    u.FL - Konektor jenis u.FL

Enclosure Type: 
⦁    (Kosong) - Menggunakan casing standart 
⦁    BU - board unit, Hanya perangkat saja tanpa casing. 
⦁    RM - rack-mount enclosure, Casing yang dikhususkan untuk di tempatkan pada rack, biasanya sudah include 
     dengan mountingnya.
⦁    IN - indoor enclosure, Casing indoor, tanpa mounting untuk rack. 
⦁    EM - extended memory, Memiliki memory yang besar 
⦁    LM - light memory, Kapasitas memori lebih kecil 
⦁    BE - black edition case, Casing dengan warna hitam 
⦁    TC - Tower (vertical) case, Casing jenis tower (berdiri) 
⦁    OUT - outdoor enclosure, Casing khusus untuk pemasangan di luar ruangan Outdoor  

Detail Casing untuk tipe tipe OUT Enclosures
⦁    SA - sector antenna enclosure (untuk SXT) 
⦁    HG - high gain antenna enclosure (untuk SXT) 
⦁    BB - Basebox enclosure (untuk RB911) 
⦁    NB - NetBox enclosure (untuk RB911) 
⦁    NM - NetMetal enclosure (untuk RB911) 
⦁    QRT - QRT enclosure (untuk RB911) 
⦁    SX - Sextant enclosure (untuk RB911, RB711) 
⦁    PB - PowerBOX enclosure (untuk RB750P, RB950P) 
⦁    PC - PassiveCooling enclosure (untuk CCR) 
⦁    TC - Tower (vertical) Case enclosure (untuk hEX, hAP dll)

Contoh Kasus Sebagai contoh kita akan mengulas detail kode produk pada perangkat RB952Ui-5ac2nD-TC 
 
Fitur Board 
⦁    RB= Menunjukan bahwa perangkat tersebut merupakan Routerboard Series. 
⦁    900= Merupakan series dari perangkat tersebut, sebagai "Series 900". 
⦁    5= Memiliki 5 interface dengan tipe ethernet. 
⦁    2= Memiliki 2 interface wireless pada perangkat tersebut. 
⦁    U= perangkat tersebut memiliki port USB. 
⦁    i= Perangkat tersebut mendukung POE Out 1 port. 

Fitur Wireless
 

⦁    5= Band wireless yang digunakan (5GHz) 
⦁    ac=Protocol yang didukung perangkat (802.11ac) 
⦁    2= Band wireless yang digunakan (2GHz) 
⦁    n=Protocol yang didukung perangkat (802.11n) 
⦁    D= Dual Chain 

2.    Detail Kode Produk Cloud Core Router 
CCR atau Cloud Core Router memiliki format penamaan sebagai berikut:
 <4 digit number>-<list of ports>-<enclosure type> 
a.    4 Digit Number 
⦁    Digit ke-1 menujukkan series 
⦁    Digit ke-2 Reserverd 
⦁    Digit ke-3 dan ke-4 menunjukkan jumpah core CPU pada perangkat. 
b.    List of Ports 
⦁    <n>G, Jumlah port 1G Ethernet 
⦁    <n>P ,Jumlah port 1G Ethernet dengan POE-Out 
⦁    <n>C ,Jumlah 1G combo port (Ethernet/SFP) 
⦁    <n>S ,Jumlah port  1G SFP 
⦁    <n>G+ ,Jumlah port 2.5G Ethernet 
⦁    <n>P+ ,Jumlah port 2.5G Ethernet dengan POE-Out 
⦁    <n>C+ ,Jumlah 10G combo port (Ethernet/SFP+) 
⦁    <n>S+ ,Jumlah port 10G SFP+ 
⦁    <n>XG ,Jumlah port 5G/10G Ethernet 
⦁    <n>XP ,Jumlah port 5G/10G Ethernet dengan PoE-out 
⦁    <n>XC Jumlah 10G/25G combo ports SFP+ 
⦁    <n>XS Jumlah port 25G SFP+ 
⦁    <n>Q+ Jumlah port 40G QSFP+ 
⦁    <n>XQ Jumlah Port 100G QSFP+ 
c.    Enclosure Type pada CCR sama dengan Produk RouterBoard. 

3.    Detail Kode Produk Cloud Router Switch dan Cloud Smart Switch 
Cloud Router Switch (CRS) menggunakan system operasi Router OS. Cloud Smart Switch (CSS) menggunakan system operasi SwOS. Format penamaan sebagai berikut: 
 <3 digit number>-<list of ports>-<built-in wireless card>-<enclosure type>

3 Digit Number 
⦁    Digit ke-1 menunjukkan Series 
⦁    Digit ke-2 dan ke-3 menunjukkan jumlah interface pada perangkat tersebut, bisa berupa Ethernet, SFP, atau SFP+ 
List Of Port 
⦁    <n>G, Jumlah port 1G Ethernet 
⦁    <n>P ,Jumlah port 1G Ethernet dengan POE-Out 
⦁    <n>C ,Jumlah 1G combo port (Ethernet/SFP) 
⦁    <n>S ,Jumlah port  1G SFP 
⦁    <n>G+ ,Jumlah port 2.5G Ethernet 
⦁    <n>P+ ,Jumlah port 2.5G Ethernet dengan POE-Out 
⦁    <n>C+ ,Jumlah 10G combo port (Ethernet/SFP+) 
⦁    <n>S+ ,Jumlah port 10G SFP+ 
⦁    <n>XG ,Jumlah port 5G/10G Ethernet 
⦁    <n>XP ,Jumlah port 5G/10G Ethernet dengan PoE-out 
⦁    <n>XC Jumlah 10G/25G combo ports SFP+ 
⦁    <n>XS Jumlah port 25G SFP+ 
⦁    <n>Q+ Jumlah port 40G QSFP+ 
⦁    <n>XQ Jumlah Port 100G QSFP+ 
Built-in wireless card dan Enclosure Type pada CRS dan CSS sama dengan produk RouterBoard. 

Dengan mengetahui kode produk tersebut, maka kita bisa menentukan perangkat apa yang sesuai dengan kebutuhan kita. Dengan mengetahui kode produk tersebut, kita juga bisa mengetahui mengenai spesifikasi dari perangkat tersebut.

Belajar Mikrotik: Network Type OSPF - NBMA dan PTMP

Belajar Mikrotik: Network Type OSPF - NBMA dan PTMP

Network Type OSPF - NBMA dan PTMP


Minggu lalu kita sudah membahas mengenai Routing Type OSPF, terdapat 4 Routing Type pada OSPF yaitu Broadcast (default), Point to Point (PTP), Non Broadcast Multiple Access  (NBMA), dan Point to Multipoint (PTMP). Detail penjelasan mengenai Routing Type pada OSPF dapat Anda lihat pada artikel kami yang berjudul OSPF Network Type
Artikel kali ini merupakan kelanjutan mengenai pembahasan Minggu lalu yaitu Network Type OSPF.
Pada artikel kali ini kita akan melakukan melakukan percobaan mengenai Network Type OSPF NBMA dan PTMP. Dan berikut topologi yang kami gunakan:
 
Percobaan pertama kita menggunakan Network Type OSPF-PTMP untuk topologi diatas, untuk langkah pertama pastikan wireless pada perangkat sudah terkoneksi dan sudah dapat saling komunikasi. Contoh konfigurasi wirless Point to Multipoint dapat Anda temui pada artikel kami yang berjudul Membangun Jaringan Wireless Mikrotik. Setelah wireless tiap perangakt sudah saling terkoneksi maka langkah selanjutnya adalah konfigurasi IP sesuai dengan alokasi IP seperti dengan alokasi IP pada topologi diatas. 
Kemudian kita masuk ke menu routing>>OSPF kemudian masuk ke tab Network, kemudian kita tambahkan alamat yang ingin di advertise. Kita harus tambahkan untuk tiap-tiap Router.
 
Setelah berhasil menambahkan alamat IP di Router-A dan Router-B, kemudian kita perhatikan pada tab interface OSPF.
 
Secara defaultnya Network Type yang digunakan adalah Broadcast. Maka kita harus merubah Network type tersebut secara manual dengan membuat interface baru dengan cara klik (+) kemudian sesuaikan "interface" yang digunakan dan juga pada parameter "Network Type" pilih ptmp.
 
Maka dengan begitu akan muncul interface baru dengan sifat statis yang akan me-replace interface wlan1 yang menggunakan network type broadcast dengan sifat dinamis tadi.
 
Kita juga bisa melihat pada tabel Neighboor untuk perangkat-perangkat yang terkoneksi dengan jaringan OSPF, dan berikut tabel Neighboor yang didapat jika kita menggunakan Network Type Point to Multi Point (PTMP).
 
Kemudian kita bisa lakukan check tabel Routing pada menu IP>>Route, dan berikut hasil yang didapat ketika kita menggunakan Network Type PTMP.
 
Untuk menggunakan Network Type NBMA langkahnya kurang lebih sama seperti diatas, kita harus menambahkan alamat network pada tab "network" OSPF. Kita juga harus melakukan penyesuaian seperti pada tab "interface" kita pilih "network type" nya adalah NBMA.
 
Tidak cukup sampai disini, karena kita menggunakan Network Type NBMA maka kita harus menambahkan Neighbors secara manual pada tab "NBMA Neighbors". 
 
Setelah berhasil menambahkan Neighbors maka kita bisa melakukan pengecekan ke tab Neighbors OSPF, dan berikut tabel Neighbors yang didapat:
 
Dan berikut tabel Routing yang didapat ketika kita menggunakan Network Type NBMA.
 


Belajar Mikrotik: OSPF LSA Type

Belajar Mikrotik: OSPF LSA Type

OSPF LSA Type


LSA (Link State Advertisement) merupakan sebuah paket yang digunakan untuk mempertukarkan update informasi dalam jaringan OSPF. Untuk LSA ini akan dikirimkan melalui Link State Update (LSU) dari OSPF. Misal, ketika ada perubahan topologi maka router dalam jaringan OSPF akan mengirimkan LSU yang didalamnya terdapat informasi LSA. 

Gambar diambil dari situs firewall.cx 
Tipe-Tipe LSA
Sebenarnya pada OSPF terdapat 11 tipe LSA, namun secara umum pada OSPFv2 terdapat 7 tipe LSA. Kemudian untuk tipe tersebut diantaranya adalah:
  • LSA Type 1 : Router LSA
  • LSA Type 2 : Network LSA
  • LSA Type 3 : Summary LSA
  • LSA Type 4 : Summary ASBR LSA
  • LSA Type 5 : Autonomous System (AS) External LSA 
  • LSA Type 6 : Multicast OSPF LSA (Group Membership LSA) 
  • LSA Type 7 : NSSA-External LSA
Masing-masing LSA diatas digunakan oleh setiap router yang tergabung di area-area OSPF Network untuk melakukan update informasinya. Dan tipe LSA mana saja yang digunakan tergantung dari area OSPF yang digunakan. Dengan kata lain tidak semua tipe LSA digunakan dalam satu area OSPF.
LSA Type 1 - OSPF Router LSA
Merupakan paket LSA yang dikirimkan oleh router yang tergabung dalam area yang sama (Intra-Area) di jaringan OSPF. Dan LSA Type 1 (Router LSA) tidak akan dikirimkan keluar dari area tersebut. LSA ini digunakan untuk advertise infromasi interface dari router yang diaktifkan OSPF dan statusnya ke neighbor OSPF dalam satu area. Dan juga LSA Type 1 ini nanti berisi informasi dari Router-ID neighbor. 
LSA Type 2 - OSPF Network LSA
LSA ini merupakan paket yang di-generate oleh DR (Designated Router) ke seluruh router yang terhubung secara langsung dalam satu segment. Dan LSA Type 2 akan di kirimkan ke seluruh neighbor dalam satu area dan tidak akan dikirimkan keluar dari area tersebut.
LSA Type 2 ini berisi informasi Router-ID dari perangkat router yang menjadi DR.
LSA Type 3 - OSPF Summary LSA
adalah paket yang di-generate oleh Area Border Router (ABR) yang merupakan ringkasan dari network-network dari area ospf dalam satu AS (Autonomous System) dan di advertise ke neighbor dimana ABR terpasang. Seperti yang kita ketahui ABR merupakan router yang terhubung ke lebih dari satu area. Ketika terdapat informasi dari area satu maka ABR akan mengirimkan informasi tersebut ke area yang lain menggunakan LSA Type 3 - Summary LSA.
Tidak seperti LSA Type 1 & 2 untuk LSA Type 3 ini akan di-advertise keluar area (inter-area).

 

LSA Type 4 - OSPF ASBR Summary LSA
LSA Type 4 adalah paket LSA yang digunakan untuk mengirimkan informasi mengenai ASBR ke area yang lain yang mana ASBR ini nanti yang akan mengadvertise eksternal route (LSA Type 5).
LSA Type 4 ini tidak di advertise langsung dan digunakan oleh ASBR dalam 'local' areanya, namun oleh ABR di setiap area dalam satu AS (Autonomous System) yang sama.
LSA Type 5 - OSPF AS External LSA
LSA Type 5 (OSPF AS External LSA) merupakan paket yang di-generate oleh ASBR (Autonomous System Boundary Router) untuk mengirimkan Redistribute-Route Eksternal ke jaringan OSPF dalam suatu AS. Eksternal Route ini merupakan informasi routing diluar jaringan AS OSPF, bisa BGP, RIP, OSPF, atau Satic route.


 

Metode yang digunakan untuk melakukan redistribute nantinya ada 2 cara yaitu E1 (as-type 1) dan E2 (as-type2). 

LSA Type 7 - OSPF NSSA-External LSA 

Tipe LSA ini digunakan oleh area OSPF yaitu NSSA (Not So Stubby Area) supaya ketika ada redistribute-route eksternal dan melewati area yang tidak support LSA Type 5 tetap dapat berjalan dengan baik. 

Misal, dibanyak kasus ketika ada redistribute-route eksternal dan melewati area STUB, dimana di area ini LSA type 5 tidak didukung, maka kita bisa menggantinya dengan area NSSA. 

 


*) NOTE: 

LSA Type 6 - Multicast OSPF LSA (Group Mebership LSA) saat ini tidak di-support oleh sistem OSPF MikroTik. 

Belajar Mikrotik: OSPF Network Type

Belajar Mikrotik: OSPF Network Type

OSPF Network Type


OSPF atau Open Shortest Path First adalah sebuah protokol routing otomatis (Dynamic Routing) yang mampu menjaga, mengatur dan mendistribusikan informasi routing antar network mengikuti setiap perubahan jaringan secara dinamis. Pada OSPF dikenal sebuah istilah Autonomus System (AS) yaitu sebuah gabungan dari beberapa jaringan yang sifatnya routing dan memiliki kesamaan metode serta policy pengaturan network, yang semuanya dapat dikendalikan oleh network administrator.
Dan memang kebanyakan fitur ini digunakan untuk management dalam skala jaringan yang sangat besar. Oleh karena itu untuk mempermudah penambahan informasi routing dan meminimalisir kesalahan distribusi informasi routing, maka ospf bisa menjadi sebuah solusi. Untuk konfigurasi OSPF secara mendasar dapat Anda lihat pada artikel kami yang berjudul Konfigurasi Dasar OSPF.
Pada Routing Dynamic OSPF terdapat beberapa Network Type, yaitu: Default, Broadcast, NBMA, Point to Point (PTP), Point To Multi Point (PTMP). 
a. Point to Point (PTP) 
Adalah jenis jaringan yang paling sederhana, tersusun atas dua router yang terhubung langsung dan tidak diperlukan Designated Router (DR) dan Backup Designated Router (BDR)  dalam type ini.
 
b. Broadcast 
Type Default yang digunakan pada jaringan ethernet. Satu paket yang dikirimkan sebuah router akan diterima oleh banyak router. 
 
c. NBMA - Non-Broadcast-Multiple-Access 
Mirip dengan broadcast, akan tetapi untuk neighbor harus ditambahkan secara manual karena tidak semua jaringan mendukung broadcast, salah satu contohnya adalah ATM dan Frame-relay. 
 
d. Point to Multipoint (PTMP) 
Solusi lain untuk network yang tidak mendukung broadcast, mengemulasi link point-to-point kedalam beberapa node dan mengirimkan paket Halo kesemua node. Biasanya type ini digunakan untuk jaringan wireless.
 
Studi Kasus 
Kali ini kita akan melakukan percobaan implementasi Dynamic Routing OSPF menggunakan Network Type Point to Point (PTP) pada jaringan PPTP VPN dan jaringan wireless Point to Point (PTP). Berikut topologi yang kami gunakan: 
 
Langkah awal kita harus membuat VPN, sebagai contoh disini menggunakan PPTP sebagai koneksi tunnelingnya. Untuk membuat konfigurasi VPN PPTP dapat Anda lihat pada artikel kami yang berjudul Konfigurasi VPN PPTP pada Mikrotik

Setelah berhasil melakukan koneksi VPN PPTP, kemudian Anda dapat melakukan konfigurasi Routing OSPF dengan masuk ke menu Routing kemudian OSPF>>Network kemudian kita tambahkan alamat IP VPN yang akan kita hubungkan. 
 
Kita harus tambahkan IP VPN pada tab Network untuk tiap-tiap Router.
 
Setelah berhasil menambahkan alamat IP di Router-A dan Router-B, kemudian kita perhatikan pada tab Interface OSPF.
  
Terdapat dua interface dengan flag Dynamic (D), dan pada interface PPTP menggunakan Point to Point untuk Network Type-nya. Dengan begitu maka kedua jaringan LAN pada router tersebut dapat melakukan komunikasi.
Kita juga bisa melihat pada Tabel Neigboor untuk perangkat-perangkat yang  terkoneksi dengan jaringan OSPF, Dan berikut tabel Neighboor yang didapat jika kita menggunakan Network Type Point to Point (PTP).
 

Jika kita menggunakan Dynamic Routing OSPF pada wireless Point to Point (PTP), maka network type yang digunakan secara defaultnya, yaitu "Broadcast".
 
Dan berikut tabel Neighboor ketika kita menggunakan Network Type Broadcast:
 

Namun kita bisa menyesuaikan Network Type nya menggunakan Point to Point dengan menambahkan pada tab interface kemudian kita tambahkan interface baru pada wlan1 kemudian kita sesuaikan Network Type-nya menggunakan Point to Point. Maka Dengan begitu maka interface yang semula sifatnya Dynamic akan berubah menjadi statis dengan Network Type Point to Point.
 
Ketika kita menambahkan alamat Network pada tab Network OSPF maka secara default Network Type yang digunakan adalah Broadcast. Namun jika kita menambahkan single IP (/32) maka Network Type yang digunakan akan secara otomatis menggunakan Point to Point (PTP) seperti contoh kasus menggunakan tunneling VPN seperti yang sudah kita lakukan diatas tadi.